Education is the most powerful weapon which you can use to change the world-Nelson Mandela-   Education is the ability to listen to almost anything without losing your temper or your self-confidence-Robert Frost-  Education: the path from cocky ignorance to miserable uncertainty-Mark Twain-  Education is our passport to the future, for tomorrow belongs to the people who prepare for it today

Jumat, 13 Juli 2012

Perbedaan Antara IQ dan EQ

Selama ini banyak orang menganggap bahwa jika seseorang memiliki tingkat
kecerdasan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi,  maka orang
tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih  besar di banding
orang lain.
Pada kenyataannya, ada banyak  kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat
kecerdasan intelektual  yang tinggi tersisih dari orang lain yang tingkat kecerdasan
intelektualnya lebih rendah. Ternyata IQ yang tinggi tidak menjamin  seseorang
akan meraih kesuksesan.  Daniel Goleman, seorang profesor dari  Universitas
Harvard menjelaskan bahwa ada ukuran/patokan lain yang  menentukan tingkat
kesuksesan seseorang.
Dalam bukunya yang  terkenal, Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat
emosional  manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang.
Intelligence  Quotient (IQ) tidak dapat berkembang. Jika seseorang terlahir dengan
kondisi IQ sedang, maka IQ-nya tidak pernah bisa bertambah maupun  berkurang.
Tetapi, Emotional Quotient atau Kecerdasan  Emosional (EQ) dapat dikembangkan
seumur hidup dengan belajar dan tumbuh  seiring pertumbuhan seseorang sejak
lahir hingga meninggal dunia.  Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan,
keluarga, dan contoh-contoh  yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya.
EQ  menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan
pada manusia modern, yaitu;  Empati atau memahami orang lain secara
mendalam, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah,
kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, disukai, kemampuan memecahkan
masalah antar pribadi, ketekunan, kesetiakawanan, keramahan dan sikap  hormat.
Orangtua adalah seseorang yang pertama kali dan memiliki peran  penting dalam
perkembangan EQ seorang anak.
Karena itu,  orangtua harus mengajar anaknya untuk membina hubungan
persahabatan yang  hangat dan harmonis, bekerja dalam kelompok secara
harmonis, berbicara  dan mendengarkan secara efektif, mencapai prestasi yang
lebih tinggi  sesuai aturan.
Selain itu, orangtua juga harus  mengajar anaknya dalam hal mengatasi masalah
dengan temannya yang nakal,  berempati pada sesama, memecahkan masalah,
mengatasi konflik,  membangkitkan rasa humor, memotivasi diri bila menghadapi
saat-saat yang  sulit, menghadapi situasi yang sulit dengan percaya diri, dan
menjalin  keakraban.
Jika seseorang memiliki IQ yang tinggi,  ditambah dengan EQ yang tinggi pula,
orang tersebut akan lebih mampu  menguasai keadaan, dan merebut setiap
peluang yang ada tanpa membuat  masalah yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar